Liverpool Jadi Lebih Baik Usai Kegagalan di Final Liga Champions 2017-2018


LIVERPOOL – Liverpool gagal memanfaatkan kesempatan emas di Liga Champions 2017-2018. Liverpool yang waktu itu tidak diunggulkan mampu melenggang ke partai puncak untuk melawan Real Madrid. Akan tetapi, Liverpool kalah telak 1-3 dari Madrid sehingga harus mengubur mimpi mereka mejuarai Liga Champions untuk keenam kalinya.

Meski begitu, momen tersebut justru membentuk Liverpool menjadi tim yang lebih baik daripada sebelumnya. Pada musim 2017-2018, Liverpool mulai menunjukkan kematangannya sebagai sebuah tim. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mampu membuat timnya memainkan sepakbola menyerang yang atraktif.

Jurgen Klopp (Foto: Liverpool)

Patut disayangkan, performa impresif itu tidak membuahkan satu pun trofi . Liverpool gagal meraih trofi, tetapi mendapatkan pengalaman berharga sebagai gantinya. Selain itu, kegagalan tersebut juga membawa mental Liverpool ke tingkat berikutnya.

BACA JUGA: Messi Tidak Bisa Disalahkan atas Insiden Horor Barcelona di Kandang Liverpool

Liverpool tetap bermain apik di musim 2018-2019, sehingga bisa membayar kegagalan mereka sebelumnya dengan menjadi juara Liga Champions. Liverpool mengalahkan sesama tim Liga Inggris, Tottenham Hotspur, dengan skor meyakinkan 2-0 di partai puncak.

“Para pemain selalu siap untuk memberikan segalanya, sepenuhnya, semuanya dan mencoba lagi dan mencoba lagi dan mencoba lagi. Lalu ada dua skenario yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah Anda kalah dalam final, satu adalah Anda memenangkan final,” kata Klopp, menyadur dari laman resmi Liverpool, Jumat (22/5/2020).

“Anda kalah di final, masih ada pengalaman luar biasa untuk pergi ke sana karena Anda harus lolos dari semi-final, perempatfinal, 16 besar, Anda harus melewati babak penyisihan grup. Anda dapat mengambil begitu banyak pengalaman dan itulah yang kami lakukan dari kekalahan Liga Champions melawan Madrid,” pungkasnya.