[ad_1]
MADRID – Gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez, mengaku menjalani laga yang sulit saat Los Colchoneros –julukan Atletico– menang dramatis 3-2 atas Liverpool pada laga leg II babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Hanya saja laga yang digelar di Stadion Anfield itu bukanlah pertandingan tersulit yang dijalani gelandang berpaspor Spanyol tersebut.
Ternyata, laga leg II semifinal Liga Champions 2015-2016 yang mempertemukan Atletico kontra Bayern Munich di Stadion Allianz Arena sebagai yang tersulit versi Saul. Dalam laga tersebut, Atletico racikan Diego Simeone datang dengan keunggulan agregat 1-0, via gol yang dicetak Saul pada leg I semifinal Liga Champions 2015-2016.
(Griezmann saat bobol gawang Bayern Munich)
Hanya saja, keunggulan tersebut belum tentu dapat dipertahankan karena Atletico mesti bertamu ke markas Bayern racikan Josep Guardiola, tim yang kala itu sangat ciamik dalam menguasai bola. Sepanjang 90 menit pertandingan, Atletico dipaksa bertahan oleh Die Roten –julukan Bayern.
Pada menit 31, Bayern membuka keunggulan via sepakan Xabi Alonso dan bertahan hingga babak pertama usai. Beruntung bagi Atletico, ketika mendapat celah di pertahanan Bayern, mereka mampu mencetak gol penyama kedudukan via Antoine Griezmann pada menit 54.
BACA JUGA: Simeone Geram Kemenangan Atletico atas Liverpool di Anfield Disebut Keberuntungan
Menyamakan kedudukan menjadi 1-1 membuat Atletico berada di atas angin. Sebab, Bayern mesti mencetak dua gol agar lolos ke partai puncak. Pada akhirnya, pertahanan gerendel yang dibuat Simeone hanya kemasukan satu kali di sisa pertandingan via aksi Robert Lewandowksi pada menit 74.
[ad_2]



