Bukan Salah Inter, tapi Conte Jadi Penyebab Nerazzurri Melempem di Liga Champions

[ad_1]

MILAN – Inter Milan baru saja tersingkir di ajang Liga Champions 2020-2021. Kegagalan itu lantas menjadikan Inter sudah dua kali secara beruntun gagal lolos dari fase grup semenjak ditangani oleh Antonio Conte.

Lantas sebenarnya apa yang salah dari Inter? Padahal di kompetisi Liga Italia sebenarnya Inter tidak buruk-buruk amat semenjak ditangani oleh pelatih asal Italia tersebut.

Ternyata, banyak yang merasa penyebab utama Inter gagal di Liga Champions dalam dua musim terakhir karena ulah Conte. Pelatih asal Italia itu dinilai memang bukanlah ahlinya jika bermain di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.

Baca Juga: Jerman dan Spanyol Negara Tersukses di Fase Grup Liga Champions 2020-2021, Kenapa?

Inter Milan vs Shakhtar

Sebab dari sekian banyak klub top Eropa yang pernah ditangani Conte, prestasi terbaiknya hanyalah dapat membawa tim yang ditanganinya sampai ke babak perempatfinal Liga Champions saja. Pada saat itu Conte tepatnya sedang menangani Juventus pada musim 2012-2013.

Sisanya kebanyakan Conte selalu gagal di fase grup. Menurut laporan dari Football Italia, Kamis (10/12/2020), saat ini Conte tengah dikritik karena buruknya rekor pertandingan pelatih tersebut ketika tampil di ajang Liga Champions.

Bahkan rekor buruk Conte itu disebut masalah yang serius untuk tim yang sedang ditangani juru taktik berusia 51 tahun. Bukti nyatanya adalah Conte tercatat baru merasakan tiga kemenangan dari 15 pertandingan terakhir yang ia mainkan di Liga Champions bersama Inter dan Chelsea.

12 laga sisanya Conte hanya bisa meraih enam kali hasil imbang dan enam kali kekalahan. Bila melihat catatan tersebut, di mana jumlah kemenangan Conte sangat sedikit di 15 pertandingan terakhirnya di Liga Champions, maka tampaknya ada yang salah dari pelatih tersebut.

Jadi, alasan itulah yang mengatakan mengapa kegagalan Inter di Liga Champions 2020-2021 dan musim lalu tak sepenuhnya salah para penggawa Nerazzurri. Tapi kesalahan lebih besar layaknya pantas diberikan kepada Conte.

Suasana laga Inter vs Shakhtar

Andai Conte tak berbenah secepat mungkin dengan menemukan racikan strategi yang tepat untuk bermain di kompetisi Eropa, maka akan sulit baginya dipilih oleh tim besar yang mengincar trofi si Kuping besar tersebut. Sejauh ini catatan Conte di Liga Champions secara keselurhan adalah 12 kemenangan, 11 imbang, dan 11 kalah.

Kini, Conte pun hanya bisa pasrah dan tinggal fokus menghadapi kompetisi domestik. Sebab tak seperti tahun lalu yang mereka masih bisa tampil di Liga Eropa, kini Inter benar-benar tersingkir dari kompetisi Eropa karena mereka menempat posisi keempat di Grup B usai hanya bisa seri 0-0 di laga kontra Shakhtar Donets, Kamis (10/12/2020).

[ad_2]