[ad_1]
ROMA – Federasi Sepakbola Italia (FIGC) ingin semua pemain di kompetisi sepakbola Negeri Pizza divaksin Covid-19. Jika ada pemain yang menolak, FIGC telah menyiapkan hukuman khusus untuk mereka.
FIGC mendorong agar para pemain Serie A dan Serie B divaksinasi pada awal musim. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat kompetisi berlangsung.

Saat ini, beberapa klub di Serie A juga telah memulai vaksinasi, seperti AS Roma, Sampdoria, dan Fiorentina. Pihak FIGC sendiri tak mengeluarkan kebijakan secara langsung, tetapi hanya berpesan agar tidak memaksa.
Celakanya, kini terdapat klaster Covid-19 yang muncul akibat oknum pemain. Beberapa pemain itu pun terdapat di berbagai tim, seperti Lazio, Spezia, Empoli hingga Udinese.
BACA JUGA: Arab Saudi Ajak Italia untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Hal ini tentu membuat para petinggi tim bingung. Padahal, kompetisi Liga Italia akan dimulai pada 21 Agustus. Akan tetapi, FIGC juga tak bisa memaksa pemain agar wajib vaksin, seperti di Liga Italia.
Oleh sebab itu, Komisi Medis FIGC, Gianni Nanni, mengusulkan agar pemain yang menolak vaksin harus membayar biaya pengobatan jika penyebaran Covid-19 di sekitar mereka. Dia menilai pandemi tak kunjung berakhir akibat para oknum pemain yang menolak vaksin.
[ad_2]




