Agar Paham Seni Bertahan, Stam Minta De Ligt Tidak Tinggalkan Juventus

[ad_1]

TURIN – Legenda sepakbola Belanda, Jaap Stam menyarankan Matthijs de Ligt bertahan di Juventus. De Ligt adalah pembelian anyar Juventus pada bursa transfer musim panas 2019. Juventus membelinya dari Ajax Amsterdam dengan harga 85,5 juta euro atau sekira Rp1,4 triliun.

De Ligt diharapkan bisa langsung bersinar bersama Juventus pada musim 20019-2020. Akan tetapi, adaptasi De Ligt bersama Juventus ternyata tidak terlalu mulus. De Ligt butuh waktu untuk tampil bagus seperti waktu membela Ajax.

Matthijs de Ligt (Foto: Twitter/@juventusfcen)

Stam memaklumi penampilan De Ligt yang masih naik-turun dengan Juventus. Stam menyarankan De Ligt untuk segera memperlancar bahasa Italianya sehingga komunkasi dengan rekan setimnya semakin baik. Hal itu akan mempermudah adaptasi De Ligt di Juventus dan Liga Italia.

BACA JUGA: De Ligt Gabung Juventus Bukan karena Ronaldo

Stam pun meminta De Ligt untuk tetap bertahan di Juventus. Sebab, ada banyak ilmu dari seni bertahan yang akan didapatkan De Ligt bersama Juventus. De Ligt memilki rekan bek berkualitas kaya pengalaman seperti, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci yang bisa mengajarkannya rahasia dari seni bertahan.

“Dia sedikit dikritik tetapi harus dipahami bagaimana beradaptasi dengan gaya sepakbola berbeda. Dia masih muda dan Matthijs (De Ligt) berada di klub besar dengan tekanan yang jauh lebih banyak daripada yang biasa dia hadapi. Standar lawan yang dia hadapi di Italia juga jauh lebih tinggi daripada di Belanda,” ujar Stam, menyadur dari Football Italia, Minggu (19/5/2020).

“Juventus menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mengontraknya, beberapa akan mengatakan terlalu banyak, tetapi dalam pandangan saya dia telah melakukan dengan baik sejauh ini. Pengalaman itu membuatnya lebih percaya pada dirinya sendiri. Dia hanya perlu belajar bahasa Italia sehingga dapat berkomunikasi dengan rekan timnya,” papar pria yang pernah bermain untuk AC Milan itu.

“Mereka (Chiellini dan Bonucci) adalah pemain bertahan tingkat atas, pemenang sesungguhnya yang terbiasa dengan pertandingan-pertandingan terbesar. Mereka adalah bek tengah terbaik di Italia dan mereka dapat mengajarinya banyak hal tentang seni bertahan,” pungkasnya.

[ad_2]