[ad_1]
![]()
Jika dipilah, masalah Barcelona adalah lini belakang, minimnya kreativitas lini tengah, serta ketergantungan terhadap Messi. Keroposnya pertahanan sebelumnya tidak terlalu diperdebatkan karena para gelandang kerap memanjakan trio penyerang dengan umpan matang. Istilah kasarnya, Barcelona tidak keberatan kebobolan dua gol karena mampu merobek gawang lawan tiga kali.
Kini, problema di sektor tersebut jadi lebih terlihat akibat absennya jenderal permainan. Cederanya Arthur, kepergian Alena, inkonsistensi Vidal, menuanya Sergio Busquets, keterbatasan Ivan Rakitic, serta proses adaptasi Frenkie de Jong, persoalan tersebut berpotensi terus menghantui Barcelona.
Jika demikian, mereka hampir pasti kembali merasakan pengalaman pahit, terutama di pentas Eropa. Barcelona tersingkir secara memilukan pada dua musim terakhir Liga Champions. Mereka gagal mempertahankan keunggulan tiga gol menghadapi AS Roma (2017/2018) dan Liverpool (2018/2019).
“Semua pemain membuat kesalahan. Hal-hal inilah yang bisa membuat Anda kehilangan gelar Liga Champions atau La Liga. Kami mesti mencoba menguranginya,” kata Griezmann.
Sumber asli: Dailly Mail
Disadur dari: Liputan6.com (Harley Ikhsan/Edu Krisnadefa, Published 10/1/2020)
Berita Video wawancara Lionel Messi yang sesali kekalahan Barcelona atas Atletico Madrid di Piala Super Spanyol
[ad_2]



