Conte Disebut Terlalu Sering Berteriak, Lukaku Beri Bantahan

[ad_1]

MILAN – Pengamat sepakbola, Aldo Agroppi jengkel dengan gaya kepelatihan Antonio Conte di setiap tim yang dilatihnya. Gaya Conte yang selalu berteriak-teriak di pinggir lapangan tidak disukai Agroppi. Akan tetapi, penyerang Inter, Romelu Lukaku membantah apa yang dilontarkan Agroppi.

Lukaku mengambil contoh saat Inter melawan AC Milan dalam Derby Della Madonnina di Liga Italia 2019-2020. Pada waktu itu, Inter tertinggal 0-2 lebih dulu dari Milan. Conte yang berada di pinggir lapangan disebut Lukaku tidak berteriak.

Antonio Conte peluk Romelu Lukaku (Foto: Twitter/@Inter_en)

Lukaku menyatakan Conte dengan tenang memberi nasihat kepada para pemainnya, supaya bisa mengubah jalannya pertandingan. Para pemain mendengarkan nasihat Conte untuk menemukan ruang sehingga bisa menyamakan kedudukan. Inter pun berbalik menang 4-2 atas sang kakak.

BACA JUGA: Agroppi Jengkel dengan Teriakan Conte di Pinggir Lapangan

Pada pertandingan itu, Conte membuktikan bahwa dirinya bukan pelatih yang hanya bisa berteriak di pinggir lapangan. Lukaku mengakui kemampuan Conte dalam berkomunikasi dengan para pemainnya sangatlah baik, tidak seperti apa yang diucapkan Agroppi.

“Conte saat kami tertinggal 2-0 melawan AC Milan (menunjukkan kelasnya sebagai juru taktik). Dia tidak berteriak sama sekali, dia memberi tahu kami apa yang harus kami lakukan dan di mana menemukan ruang dan kami melakukan bisnis (menang),” ujar Lukaku, menyadur dari Football Italia, Minggu (19/4/2020).

Kepandaian Conte dalam berkomunikasi juga memberikan efek positif kepada performa setiap pemain, terutama Lukaku. Lukaku yang sempat kehilangan ketajamannya pada musim terakhir di Manchester United hidup kembali bersama Inter. Lukaku sudah mencatatkan 23 gol dan lima assist dalam 35 penampilan untuk Inter pada musim ini.

[ad_2]