[ad_1]
NAPOLI – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis meminta kepada pihak Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) untuk memindahkan lokasi pertandingan timnya melawan Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, yang mana akan berlangsung pada Minggu 9 Agustus 2020. Menurut De Laurentiis, Stadion Camp Nou tidak aman untuk dijadikan venue pertandingan Barcelona vs Napoli tersebut.
Permintaan De Laurentiis untuk tak menjadikan Camp Nou sebagai lokasi pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019-2020 itu karena ia melihat ada laporan meningkatnya kasus virus corona di Catalunya. Tentunya demi keamanan semua orang, khususnya dari Napoli, De Laurentiis pun menyarankan laga tersebut berlangsung di tempat netral, baik itu di Jerman atau pun di Portugal.
Baca Juga: Barcelona Cuma Punya 14 Pemain Senior saat Hadapi Napoli di Liga Champions

“Pertandingan melawan Barcelona akan selalu menjadi pertandingan yang hebat. Musim panas kemarin (laga pramusim) kami bertemu dua kali, lalu kami bersua untuk yang ketiga kalinya di leg pertama babak 16 besar di Liga Champions. Sekarang, kami akan memainkan yang keempat,” terang De Laurentiis, melansir dari Football Italia, Kamis (30/7/2020).
“Kami mendengar ada keraguan dan ketakutan datang dari Spanyol (terkait laporan meningkatnya lagi kasus Covid-19). UEFA seperti acuh tak acuh dan tidak ada yang tahu cara menjalankan bisnis ini,” lanjut De Laurentiis.
“Jika mereka memutuskan bahwa Liga Champions dilakukan di Portugal dan Liga Eropa di Jerman, saya pikir kami harus memainkan leg kedua di Portugal atau Jerman. Saya tidak mengerti mengapa kami harus tetap bertahan (melakoni laga leg kedua) di kota yang memiliki sebuah masalah yang besar,” tambah bos Napoli tersebut.
[ad_2]




