Dilarang Tampil di Liga Champions, Man City Optimis Terhindar dari Hukuman

[ad_1]

MANCHESTER – Manajemen Manchester City mengeluarkan pernyataan resmi soal tuduhan yang dilontarkan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) kepada mereka. Mereka optimis terhindar dari hukuman yang sebelumnya sudah disebutkan UEFA.

Pada awal pekan ini, UEFA melakukan pernyataan bahwa mereka mulai melakukan investasi perihal dugaan penggelembungan dana yang dilakukan Man City pada 2015. Saat itu, Man City melakukan kesepakatan dengan maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab, Etihad.

Manchester City

Dalam kesepakatan itu, Man City menerima 67,5 juta pounds atau sekira Rp1,24 triliun. Ternyata, dalam investigasi yang dilakukan oleh UEFA, Man City disinyalir hanya menerima 8 juta pounds (Rp148 miliar) dari Etihad.

BACA JUGA: Total Uang yang Hilang jika Man City Dilarang Tampil di Liga Champions

Sebenarnya, Man City total mendapatkan 67,5 juta pounds. Akan tetapi, sebanyak 59,5 juta pounds lainnya dikeluarkan pemilik Man City, Sheikh Mansour, melalui konsorsium kepunyaannya, Abu Dhabi United Group. Hal itu ditengarai dilakukan Man City agar mereka terhindar dari aturan Financial Fair Play.

Jika hal di atas benar adanya, Man City dinilai telah melakukan pelanggaran. Andai terbukti bersalah, selain dilarang tampil di Liga Champions, Man City tak diizinkan berbelanja pemain dalam dua jendela transfer.

Manchester City

“Manchester City sepenuhnya optimis lepas dari hukuman karena kami telah berkonsultasi dengan badan peradilan yang independen. Tuduhan penyimpangan keuangan yang ditujukan kepada kami sepenuhnya salah. Hal itu mengandung kesalahan tafsir, kebingungan dan yang pada dasarnya banyak hal-hal penting yang belum terselesaikan,” ungkap pernyataan resmi Man City, mengutip dari Calciomercato, Jumat (17/5/2019).

(Ram)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

[ad_2]