Dipepet Lazio, Legenda Kritik Performa Juventus

[ad_1]

TURIN – Pesepakbola legenda Juventus, Angelo Di Livio, mengkritik performa Bianconeri –julukan Juventus– di bawah arahan Maurizio Sarri. Di Livio menilai permainan yang ditampilkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan masih jauh dari harapan. Di Livio menjadikan pencapaian Juventus musim ini sebagai tolok ukurnya.

Di Liga Italia 2019-2020, status Juventus yang tercatat sebagai kampiun Liga Italia dalam delapan musim terakhir mendapat ancaman besar dari Lazio. Hingga pekan ke-26, Juventus memang duduk di puncak klasemen dengan koleksi 63 angka, namun mereka hanya unggul satu poin dari Lazio di tempat kedua.

Juventus

Bahkan dalam enam pekan awal Liga Italia musim ini, Juventus gagal duduk di puncak klasemen karena kalah bersaing dengan Inter Milan. Sementara di Liga Champions, posisi Juventus sedang harap-harap cemas.

BACA JUGA: Gabung Juventus, Kulusevski Ingin Jadi seperti De Bruyne

Sebab, pada leg I babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, Juventus tumbang 0-1 dari Olympique Lyon. Jika gagal mengalahkan Lyon pada leg II 16 besar yang kemungkinan digelar pada 7 Agustus 2020, Juventus bakal tersingkir.

 

Jika kembali tersingkir, otomatis dahaga Juventus akan trofi Liga Champions semakin panjang. Terakhir kali si Nyonya Tua menjadi yang terbaik di Liga Champions ialah pada 1995-1996, tepatnya saat mereka mengalahkan Ajax Amsterdam via adu penalti.

“Juventus masih jauh dari apa yang saya lihat sebelumnya. Mereka berjuang keras di Liga Italia dan hanya unggul satu poin dari Lazio. Juventus memiliki risiko besar di Liga Italia, begitu juga di Liga Champions. Mereka harus bangkit, meski saya tidak menyukai pendekatan permainan yang diterapkan Sarri,” kata Di Livio yang membawa Juventus juara Liga Champions 1995-1996, mengutip dari Sportskeeda, Kamis (28/5/2020).

[ad_2]