Hanya Tampil 9 Kali, Perin Tidak Menyesal Gabung Juventus

[ad_1]

GENOA – Masa depan Mattia Perin akhirnya menemui titik terang. Kiper berkebangsaan Italia itu tinggal selangkah lagi merampungkan proses peminjaman selama enam bulan ke klub lamanya, Genoa, dari Juventus, pada bursa transfer musim dingin 2019.

Mattia Perin pernah digadang-gadang sebagai kiper masa depan Italia penerus Gianluigi Buffon. Kedatangannya ke Juventus dari Genoa pada bursa transfer musim panas 2018 semakin menguatkan asumsi tersebut. Sayang, kiper berusia 27 tahun itu gagal bersaing dengan Wojciech Szczesny di bawah mistar.

Mattia Perin ditebus Juventus dari Genoa

Baca juga: Maurizio Sarri Coba Boyong Giroud ke Juventus

Celakanya, jatah bermain Mattia Perin kian menipis setelah Si Nyonya Tua merekrut kembali Gianluigi Buffon pada awal musim ini. Ia harus rela menjadi pilihan ketiga di belakang Szczesny dan Gigi. Situasi tersebut membuatnya tidak nyaman dan memilih dipinjamkan ke Genoa setelah hanya tampil sembilan kali selama berkostum Juventus.

“Saya meninggalkan salah satu klub paling prestisius di Eropa setelah satu musim yang penting. Juventus adalah tempat di mana saya menempa cara pandang, merasakan scudetto pertama, dan mendapat kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Banyak yang bertanya kepada saya apakah menyesali keputusan pindah? Jawabannya, tidak,” ujar Mattia Perin, dikutip dari Football Italia, Selasa (31/12/2019).

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Akan tetapi, saya berharap jika kembali nanti, saya akan merasakan kehangatan dan kasih sayang yang diberikan oleh klub selama ini. Terima kasih Juventus!” imbuh pria kelahiran Latina itu.

Mattia Perin kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny (Foto: Twitter/Juventus)

Juventus menebus Mattia Perin dengan harga 14,2 juta Euro (setara Rp221 miliar) pada 2018 dan diikat kontrak hingga Juni 2022. Sayangnya, ia gagal menampilkan yang terbaik dalam sembilan kesempatan dengan kebobolan delapan gol dan hanya mampu menjaga gawangnya cleansheet lima kali serta catatan tujuh kali menang dan dua kalah.

[ad_2]