[ad_1]
JOSEP Guardiola didatangkan Manchester City pada musim 2016-2017. Manajemen menunjuk Guardiola karena ingin juru taktik Spanyol itu membawa Man City meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Demi membantu Guardiola menyiapkan tim terbaiknya, Man City pun sangat royal dalam mengeluarkan uang belanja pada setiap musim. Jika ditotal dari musim pertama Guardiola hingga sekarang, menurut transfermarkt, mantan juru taktik Barcelona itu sudah menghabiskan Rp19 triliun pada bursa transfer.

Teranyar, Guardiola membeli Jack Grealish dari Aston Villa dengan mahar menyentuh 105 juta poundsterling (sekira Rp2 triliun) pada bursa transfer musim panas 2021. Biaya itu menjadikan Grealish sebagai pemain Inggris termahal saat ini.
Dengan pengeluaran sebesar itu, Guardiola punya target besar pada musim 2021-2022, yaitu juara Liga Champions. Akan tetapi, juru taktik asal Spanyol itu punya rekam jejak buruk di Liga Champions, yaitu tidak pernah lagi juara sejak membawa Barcelona meraih trofi si Kuping Besar pada 2008-2009 dan 2010-2011.
BACA JUGA: Liga Inggris 2021-2022 Segera Dimulai, Riyad Mahrez Ungkap Ambisi Besarnya
Kesempatan terbesar Guardiola untuk mematahkan catatan buruk itu hadir pada musim 2020-2021. Dia memimpin Man City mencapai final Liga Champions untuk berhadapan dengan tim Inggris lainnya, Chelsea.
The Citizens -julukan Man City- datang ke pertandingan itu sebagai unggulan. Akan tetapi, Man City justru kalah 0-1 dari Chelsea di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu 30 Mei 2021, dini hari WIB. Gol kemenangan Chelsea dibuat oleh Kai Havertz (42’).
[ad_2]




