Klopp: Untuk Jadi Pemenang, Anda Wajib Kalah Telak

[ad_1]

LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, sedikit membahas seputar keberhasilan timnya keluar sebagai kampiun Liga Champions 2018-2019. Juru taktik berpaspor Jerman itu menilai, sebuah tim harus merasakan kekalahan telak jika ingin menjadi yang terbaik di sebuah turnamen atau kompetisi.

Setelah finis di posisi runner-up Liga Champions 2017-2018, target Liverpool di Liga Champions 2018-2019 sangat jelas yakni menjadi jawara. Namun, kiprah mereka hampir terhenti di semifinal setelah kalah 0-3 dari Barcelona di leg I semifinal.

Lionel Messi

(Messi saat bobol gawang Alisson Becker)

Kekalahan telak itu praktis memberatkan langkah Sadio Mane dan kawan-kawan untuk melaju ke partai puncak. Meski leg II semifinal digelar di kandang sendiri, tetap saja lawan yang mereka hadapi adalah Barcelona yang bermaterikan pemain bintang.

BACA JUGA: Hadapi Man City Bakal Jadi Momen Kebangkitan Liverpool

Namun, Klopp dan skuad Liverpool berhasil mengubah semua prediksi. Secara luar biasa, Georginio Wijnaldum dan kawan-kawan menang 4-0 atas Barcelona di leg II, sekaligus memastikan tempat di final Liga Champions 2019-2020 setelah menang agregat 4-3.

Kemudian di partai puncak, The Reds –julukan Liverpool– menang 2-0 atas Tottenham Hotspur. Kemenangan itu terasa emosional bagi Klopp, mengingat itu merupakan gelar pertama eks pelatih Borussia Dortmund itu semenjak menangani Liverpool pada Oktober 2015.

Jurgen Klopp

“Anda harus kalah telak untuk menyadari Anda bukanlah pecundang. Anda harus menerima kekalahan dan mencoba bangkit untuk menjadi pemenang,” kata Klopp mengutip dari Marca, Selasa (30/7/2019).

Setelah menjadi kampiun Liga Champions, target Liverpool di musim baru ialah memenangi gelar Liga Inggris. Sebab, sudah cukup lama Liverpool tidak menjadi yang terbaik di Liga Inggris, tepatnya sejak 1990-1991 (terakhir kali Liverpool jawara Liga Inggris pada 1989-1990).

[ad_2]