Kontrak Jangka Panjang Marko Simic di Persija Bukan Aktivitas Transfer Biasa

[ad_1]

Saat bergabung dengan Persija, mungkin Simic ingung bagaimana bisa langsung nyetel dengan permainan Macan Kemayoran. Akan tetapi, kendala bahasa dan adaptasi bukan masalah besar buat skuat Persija.

Ditempatkan sebagai target man dengan sejumlah striker seperti Osas Saha, Rudi Widodo, dan Bambang Pamungkas, Simic menyita perhatian pelatih Persija kala itu, Stefano Cugurra Teco. Dengan taktik baru dan penambahan pemain lainnya, tak butuh waktu lama buat Simic nyetel dengan Persija.

Memasuki musim kedua, dengan minimnya perombakan di lini serang, Simic tak punya banyak pesaing di sana. Hengkangnya Renan Silva dan Bruno Matos membuat Simic selalu menjadi pilihan utama.

Persija memiliki Heru ‘Hersus’ Susanto. Akan tetapi, keduanya memiliki gaya bermain yang berbeda. Jika Simic merupakan target man dengan skill utama insting dalam menyelesaikan peluang, Hersus adalah striker eksplosif yang mau menjemput bola hingga ke dalam dan memulai serangan.

Performa Hersus juga sangat menjanjikan meski lebih sering tampil dari bangku cadangan. Musim depan bisa jadi Hersus bakal sering bermain sebagai tandem Simic, tergantung skema seperti apa yang akan dijalankan pelatih. Buat Simic, ini bukan masalah besar karena perbedaan tipe dengan Hersus.

Pada musim 2018 dan 2019, Simic selalu dimanjakan oleh umpan-umpan dari sisi lapangan. Keberadaan Novri Setiawan dan Riko Simanjuntak atau Ramdani Lestaluhu yang rajib memberikan servis kepada Simic juga sangat membantu.

[ad_2]