[ad_1]
TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, merasa tidak ada kritik yang diarahkan kepadanya. Sebab, ia justru melihat hal sebaliknya, yakni dukungan dari orang-orang yang ditemuinya di jalanan.
Musim perdana Maurizio Sarri bersama Juventus penuh lika-liku. Si Nyonya Tua memang masih bertengger di puncak klasemen Liga Italia 2019-2020 hingga pekan 32. Mereka bahkan unggul enam dan delapan angka dari pesaing terdekat, yakni Atalanta serta Inter Milan.
Namun, kritik tetap diarahkan kepada Maurizio Sarri. Pelatih berkebangsaan Italia itu dinilai gagal menanamkan idenya tentang sepakbola menyerang yang sering disebut Sarriball. Apalagi, Juventus gagal merebut gelar dalam dua laga final piala, yakni Super Italia dan Coppa Italia.
Baca juga: Sassuolo vs Juventus, Neroverdi Diminta Jangan Lakukan Kesalahan

Hal berbeda dirasakan oleh Maurizio Sarri selaku pelatih. Menurutnya, tidak ada kritik apapun yang mengarah kepadanya. Sebab, pria kelahiran Naples itu memilih mengasingkan diri dari jejaring sosial yang diisi banyak orang.
“Saya tidak tahu soal kritik. Saya terasing dari semua orang dan segalanya. Saya tidak berpartisipasi, dan tidak pernah memilih menggunakan jejaring sosial karena pilihan hidup. Orang-orang di jalan tampaknya masih mendukung dan menyayangi kami,” ujar Maurizio Sarri, dilansir dari Football Italia, Rabu (15/7/2020).
Selain permainan yang dinilai tidak kunjung membaik, Juventus asuhan Maurizio Sarri juga dinilai kurang tajam, terutama sumbangan gol dari lini tengah. Namun, penilaian tersebut langsung dibantah oleh pelatih berusia 61 tahun tersebut.
[ad_2]



