UEFA Izinkan Liga Champions Dihadiri Penonton di Stadion

[ad_1]

NYON – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengizinkan penggemar untuk hadir di stadion. Keputusan tersebut diperuntukkan seluruh turnamen Eropa, termasuk ajang Liga Champions, Liga Eropa, hingga pertandingan internasional.

Meski begitu, UEFA hanya mengizinkan stadion diisi dengan kapasitas maksimal 30 persen. Sementara jika ada negara yang tidak mengizinkan adanya penggemar dalam stadion, maka pertandingan tersebut tak akan dihadiri penonton.

Liga Champions

Keputusan tersebut dibuat setelah UEFA melakukan uji coba di ajang Piala Super Eropa yang dihadiri sekira 15.000 penggemar di stadion. Pertandingan percontohan itu pun dianggap sukses meskipun kota tuan rumah yakni Budapest mencatat peningkatan jumlah infeksi menjelang pertandingan dimulai.

“Penerimaan penggemar dan batas kapasitas akan tunduk pada keputusan otoritas lokal. Pertandingan UEFA tidak dapat dimainkan dengan penonton jika otoritas lokal tidak mengizinkannya,” bunyi pernyataan UEFA dalam laman resminya, Jumat (2/10/2020).

Baca juga Hasil Undian Fase Grup Liga Champions 2020-2021

“Jarak sosial akan menjadi kewajiban bagi penonton dan tindakan pencegahan tambahan, seperti pemakaian masker harus diterapkan sesuai dengan peraturan daerah,” tambah pernyataan tersebut.

“Piala Super Eropa menunjukkan bahwa para penggemar dapat menghadiri pertandingan sepakbola dalam keadaan yang tepat dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Presiden UEFA yakni Aleksander Ceferin mengatakan ini hadirnya para penonton di stadion akan tetap mengutamakan kesehatan penggemar. Selain itu, Ceferin menegaskan bahwa hadirnya para penonton di dalam stadion akan bergantung dengan keputusan hukum setiap negara.

“Keputusan hari ini adalah langkah pertama yang masuk akal untuk mengutamakan kesehatan penggemar dan menghormati hukum di setiap negara,” ucap Ceferin.

“Sebanyak 27 negara di benua ini sudah mengizinkan penggemar sampai batas tertentu. Keputusan ini memungkinkan pendekatan yang koheren atas dasar setiap negara, dan bukan berdasarkan setiap kompetisi yang terkadang sulit dipahami penggemar,” tambahnya.

Sementara itu, kompetisi seperti Liga Jerman dan Liga Prancis telah membuka stadion untuk penonton dengan jumlah terbatas. Sedangkan Liga Inggris memiliki sedikit prospek untuk segera menghadirkan penonton di dalam stadion.

[ad_2]