Maurizio Sarri Sedikit Kecewa Sempat Dihina Fans Napoli

[ad_1]

TURIN – Keputusan Maurizio Sarri melatih Juventus pada awal musim 2019-2020 telah membuat banyak pihak terkejut. Salah satunya tentu para penggemar Napoli yang tak menyangka mantan pelatih mereka itu bergabung dengan tim yang sangat mereka tak sukai.

Seperti yang diketahui, Napoli dan Juventus adalah salah satu rival tersengit dipersepakbolaan Italia. Karena itu, hal yang wajar memang jika Napoli cukup kecewa karena Sarri memilih untuk melatih Juventus pada musim 2019-2020 ini.

Baca Juga: Juventus Incar Arkadiusz Milik dari Napoli

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri

Karena kekecewaan itu ketika suatu waktu Napoli dan Juventus bertanding pada beberapa waktu yang lalu di pertandingan Liga Italia, sejumlah fans Napoli tampak melakukan chants yang menghina Sarri.

Sarri yang mendengar hinaan itu pun langsung merasa kecewa juga. Sebab dirinya tak menyangka Napoli yang merupakan tempat dirinya lahir dan dewasa justru menghinanya seperti itu.

Sarri tahu saat dirinya masih melatih Napoli, ia memang gagal memberikan trofi. Namun, bukan berarti dia layak mendapatkan hinaan seperti itu.

Terlepas dari itu semua, hinaan dan segala hal negatif yang dirasakan Sarri diakuinya telah membuat dirinya semakin kuat. Sarri pun juga berterima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukungnya selama ini sehingga ia bisa kuat seperti sekarang.

“Dua hal yang membentuk saya, cinta dan kebencian. Kami dikelilingi rasa cinta di setiap kota di italia dan itu adalah hal yang indah. Namun, kami pun juga diselimuti rasa benci,” ungkap Sarri, mengutip dari Football Italia, Minggu (19/4/2020).

“Secara pribadi, saya sempat dihina di Napoli. Kota tempat saya dilahirkan dan telah memberikan segalanya untuk klub tersebut. Jika saya tidak menang di sana, itu karena saya memang tidak berhasil,” tambah pelatih berusia 61 tahun itu.

“Di Turin, saya mendengar nyanyian terhadap ibu saya dari para penggemar Fiorentina. Saat Anda diserang seperti itu dari luar, maka Anda akan menjadi lebih kuat di dalam (secara mental),” pungkasnya.

[ad_2]