3 Penjualan Pemain yang Menyisakan Penyesalan yang Mendalam bagi Arsenal

[ad_1]

Pemain Chile itu meninggalkan Arsenal pada Januari 2018 setelah menolak memperpanjang kontraknya.

Setelah bergabung dengan Arsenal pada 2014, Sanchez dengan cepat menjadi favorit penggemar dengan penampilannya yang mengesankan. Sang penyerang jadi jantung serangan Arsenal.

Sayangnya, bersama The Gunners ia tidak bisa mengangkat trofi Premier League. Segera setelah itu, dia ingin menuju ke klub yang lebih besar, untuk mewujudkan mimpinya angkat piala.

Sanchez tampil 166 laga di semua kompetisi bersama Arsenal. Ia mencetak 80 gol dan memberikan 45 assist. Pada musim pertamanya di klub, pemain berusia 30 tahun ini juga memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Arsenal. Bersama Mesut Ozil, keduanya berada di puncak karier mereka.

Sejak pemain sayap kiri pergi ke Manchester United, Ozil dan Sanchez jadi pesakitan. Rekannya sang gelandang Jerman itu mendadak performanya tak konsisten. Ozil kehilangan daya magis sebagai jenderal lini tengah Arsenal.

Serupa, Alexis Sanchez mungkin mendapatkan gaji yang tinggi, tetapi penggemar United tidak puas dengan penampilannya.

Ia hanya mencetak dua gol dalam 27 penampilan. Seringkali tampil sebagai pemain pengganti, Sanchez memiliki akurasi passing hanya 74,6 persen dan hanya menyelesaikan 0,4 dribel per pertandingan musim ini. Sebelumnya, ia berhasil menggiring bola melewati pemain setidaknya 2,1 kali setiap kali ia bermain untuk The Gunners.

Seandainya Sanchez tetap, dia dan Ozil mungkin akan melanjutkan kemitraan luar biasa mereka di Arsenal. Sekarang setelah keduanya berpisah, nasib mereka juga tidak terlalu bagus.

[ad_2]